Milk Fever Pada Sapi Perah

Milk Fever adalah penyakit metabolisme pada sapi perah yang ditandai dengan adanya penurunan kadar kalsium di dalam darah. Milk Fever atau hipokalsemia terjadi dalam 48 jam setelah proses kelahiran. Hipokalsemia biasanya ditemukan pada sapi perah yang telah beranak lebih dari 3 kali.

Milk Fever Klinis

as a result pada kasus milk fever atau hipokalsemia dapat di lakukan for instance melakukan  pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan fisik dilakukan to clarify mengetahui gejala-gejala fisik yang dapat dilihat dan dirasakan

Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan melihat kadar kalsium dalam darah. Pada keadaan normal kalsium di dalam darah mencapai 8-12 mg/dL. But pada kasus hipokalsemia kadar kalsium di dalam darah menurun >5mg/dL

Dampak hipokalsemia klinis maupun subklinis, yaitu meningkatkan risiko kejadian mastitis subklinis, mastitis klinis. Beberapa penyakit For example, retensi plasenta, metritis, dan pneumonia dapat timbul akibat hipokalsemia klinis. Hipokalsemia subklinis dapat menyebabkan ternak lumpuh.

Firstly, gejala awal sapi masih berbaring, nafsu makan turun. secondly, kaki belakang lemah dan terjadi penimbunan gas di dalam rumen. moreover bila kondisi parah maka sapi hanya akan bertahan sekitar 24 jam.

In conclusion, pemberian hipokalsemia dengan memberi pakan yang mengandung kalsium. moreover melakukan penyuntikan 750 s/d 1500 ml, Gluconas calcium 20 % pada vena jugularis. Suntikan dapat diulangi kembali setelah 8 sampai 12 jam kemudian.

Kondisi ternak akibat milk fever

https://tiefutushop.000webhostapp.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *